Tuesday, 8 August 2017

Padang Arafah



Padang Arafah adalah satu tempat yang bersejarah bagi umat Islam. Padang Arafah adalah salah satu tempat yang diperuntukkan bagi umat Islam saat melaksanakan rangkaian ibadah haji. Dalam rukun haji kita mengenal apa yang disebut sebagai Wukuf di Padang Arafah. Jaraknya dari Makkah kira-kira 22 km sebelah tenggara Masjidil Haram. Luasnya kira-kira 10.4 km persegi. Arafah atau Arafat berasal dari kata 'arafa yang berarti Kenal atau mengerti. dinamakan Arafah karena tempat tersebut adalah tempat pertemuan atau perkenalan antara Nabi Adam dan Sayyidah Hawa di bumi ini.


Adam yang diturunkan di India dan Hawa di Jeddah, setelah beberapa tahun lamanya saling mencari ahirnya dipertemukan oleh Allah SWT di Padang Arafah. Selain tempat pertemuan dan perkenalan antara Nabi Adam dan Sayyidah Hawa, padang Arafah juga merupakan tempat Malaikat Jibril memperkenalkan dan mengajarkan kepada Nabi Ibrahim tentang manasik (amalan) haji.

Setelah selesai menerangkan amalan haji, Jibril bertanya: "Arafta?" maksudnya: Sudah tahukah kamu?
Jawab Ibrahim: "Araftu". Maksudnya: Ya Saya tahu.
Wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang utama yang dilaksanakan pada tanggal 9 dzulhijjah (Hari Arafah). Barang siapa yang meninggalkannya maka hukumnya adalah seperti tidak melakukan haji, karena Rasulullah SAW telah bersabda yang artinya: "Haji itu ialah Arafah." (HR. Atturmudzi).

Jika seseorang yang telah berniat haji tidak sempat untuk berwukuf di Arafah maka terlepaslah hajinya pada tahun tersebut.


Fadhilah Hari Arafah.

Hari Arafah yang jatuh pada tanggal 9 dzul hijjah mempunyai banyak kelebihan sebagaimana yang diriwayatkan di dalam banyak hadits. Di antaranya ialah:

1. Pembebasan dari api neraka.

Sayyidah Aisyah berkata, Rasulullah bersabda: "Tidak ada hari yang Allah membebaskan banyak hamba-Nya dari api neraka melebihi di hari Arafah. Allah merasa bangga dengan hamba-hamba-Nya dan Allah berfirman kepada malaikat: "Apa yang mereka mau?". (HR. Muslim)

2. Limpahan rahmat dan pengampunan dosa. Sabda Rasulullah SAW: "Ketika kalian melaksanakan Wukuf di hari Arafah, sesungguhnya Allah turun ke langit dunia (paling bawah) dan berbangga-bangga dengan kalian. Dan Allah berfirman kepada malaikat : "Hamba-hamba-Ku datang dari segenap penjiru dunia yang jauh, dalam keadaan tidak terurus dan banyak debu di badan mereka, semata-mata mengharapkan syurga-Ku. Jika mereka datang dengan dosa sebanyak bilangan pasir, titisan hujan atau mahluk di lautan, niscaya Aku akan menghapuskan semuanya. Allah berfirman: "Keluarlah kalian dari padang Arafah dengan dosa yang telah Aku ampuni." (HR. Ath thobrani)

Sabda Rasulullah lainnya "Syaitan tidak pernah kelihatan lebih kecil, lebih lemah dan kalah selain di hari Arafah, karena ia melihat limpahan rahmat diturunkan dan Allah mengampuni dosa-dosa besar para hamb-Nya". (HR. Al Baihaqiy)

3. Kelebihan berpuasa pada hari Arafah. Di antara kelebihan hari Arafah , ialah barang siapa yang berpuasa pada hari tersebut (bagi mereka yang tidak mengerjakan haji) maka dosanya dalam satu tahun akan dihapus oleh Allah. Diriwayatkan dari Abu Qatadah bahwa telah datang seorang lelaki dan berkata pada Rasulullah: "Wahai Rasulullah, beritahu kepada kami mengenai kelebihan puasa pada hari Arafah." Baginda bersabda: "Aku berharap agar Allah akan menghapuskan dosa pada satu tahun yang telah berlalu dan tahun yang akan datang." ( HR. Muslim)


4. Sebaik-baiknya doa ialah doa di hari Arafah. Rasulullah bersabda: "Sebaik-baiknya doa ialah doa yang dibaca pada hari Arafah, dan sebaik-baiknya ucapan yang aku ucapkan serta nabi-nabi sebelumku ialah: Laa Ilaha illa Allah wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumitu wahuwa alaa kulli syain qadir. (HR. Atturmudziy) Wasiat Rasulullah di Padang Arafah Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa Baginda Rasulullah bertolak menuju ke Arafah dari Mina saat matahari terbit pada 9 Dzulhijjah. Sebuah kemah telah didirikan untuknya di sana. Baginda berada di dalam kemah tersebut sampai tergelincirnya matahari (dzuhur). Rasulullah mengarahkan agar disiapkan untanya Al-Qaswa', lalu Baginda naik unta tersebut menghampiri dan berada ditengah-tengah Umatnya sebanyak 145 ribu yang sudah berkumpul menunggu . lalu Baginda menyampaikan khutbah ini: "Wahai manusia! Dengarkan apa yang akan aku katakan ini. Aku tidak tahu apakah aku akan dapat bersama kalian lagi pada hari Arafah tahun depan?.


Dengarkanlah:

1. Sesungguhnya darah kamu, harta benda kamu dan kehormatan diri kamu telah terpelihara (diharamkan) sebagaimana diharamkan hari ini, bulan ini dan tanah ini (Makkah dan sekitarnya).
2. Barang siapa yang memegang amanah, maka dia hendaklah mengembalikan amanah tersebut kepada tuannya.
3. Ingatlah! Segala amalan jahiliyyah telah berada di bawah tapak kakiku
( yang telah aku hapus).
4. Tuntutan hutang darah di zaman Jahiliyyah (sebelum Islam) telah diampuni.
5. Riba adalah haram dan dilarang oleh Allah SWT.
6. Wahai manusia! Takutlah pada Allah di dalam urusan yang berkaitan dengan wanita. Sesungguhnya kamu telah mengambil mereka sebagai amanah dari Allah , dan mereka telah dihalalkan kepada kamu dengan Kalimat Allah (Aqad Nikah). Wajib bagimu untuk menjaga kehormatan kamu dan menjaga kehormatan mereka. Jika mereka melakukan perbuatan buruk, maka kamu berhak untuk menghukum mereka, tetapi bukan dengan pukulan yang mencederakan. Jika isteri-isteri kamu setia dan jujur terhadapmu, maka wajib bagimu untuk menjaga dan menghormatinya.
7. Semua orang mukmin adalah bersaudara, maka tidak halal bagi seseorang muslim mengambil harta orang lain dengan tanpa izin.
8. Jangan kamu kembali menjadi kafir selepas kepergianku, di mana sebagian dari kamu memerangi sebagian lainnya. Aku telah tinggalkan untuk kamu suatu pedoman, jika kamu berpegang teguh dengan ajarannya, maka kamu tidak akan sesat selama-lamanya; Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya.
9. Wahai manusia! Sesungguhnya tidak ada lagi nabi selepasku dan tidak ada lagi umat selepas kamu. Maka aku menyeru agar kamu menyembah Allah Tuhan kamu dan menunaikan sholat lima waktu, berpuasa pada bulan ramadhan serta mengeluarkan zakat dengan ihlas dan tulus. Dan kerjakanlah haji, niscaya kamu akan masuk syurga.
10.Tuhan kamu adalah Allah yang Maha Esa (satu), kakek moyang kamu juga satu, kamu semua berasal dari Adam dan Adam telah dijadikan dari tanah. Orang yang paling baik di kalangan kamu ialah mereka yang paling bertakwa kepada Allah. Tidak ada kelebihan bagi bangsa Arab terhadap bangsa lain kecuali dengan takwa. Sebagai penutup khotbah, rasulullah bersabda; Besok kamu akan ditanya oleh Allah tentang keberadaanku, maka apa yang akan kamu jawab? Mereka menjawab: Kami bersaksi bahawa tuan telah menyampaikan dan menyempurnakan Risalah yang tuan bawa. Rasulullah lalu mengangkat tangannya ke langit dan menurunkannya ke arah ribuan umatnya, sambil berkata: "Ya Allah! Saksikanlah". Baginda Rasulullah mengucapkannya sebanyak tiga kali. Mengenai Khotbah Rasulullah diatas ada beberapa Ulama' berbeda pendapat. Jumhur ulama' (Hanafi, Maliki dan Syafi`ie) mengatakan bahwa khotbah rasulullah pada waktu itu adalah khotbah jum'at (2 khotbah), karena kebetulan pada waktu itu hari jum'at. Namuan imam Hambali mengatakan bahwa khotbah Rasulullah pada waktu itu hanya satu khotbah.